Tafakur diri....muslimin kah hamba
02 Juli 2009
“...dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (Thahaa: 14)
Ibnu mas’ud berkata, “Aku telah mengamati kaum muslimin; tidak seorang pun meninggalkan shalat kecuali orang munafik yg telah diketahui kemunafikannya, atau orang sakit. Namun orang yg sakit akan berjalan di antara dua orang (dipapah) untuk melaksanakan shalat’ (h.r. Muslim dan Abu Dawud)..astagfirullah....apakah hamba muslimin atau munafik karena tak jarang hamba meninggalkan shalat dengan alasan2 sederhana.
Muslimin wal muslimat memiliki kewajiban yg harus ditunaikan dengan ikhlas dan khusyu setiap hari sebanyak lima kali, di waktu tertentu dan diutamakan berjamaah bagi pria. Termasuk rukun setelah shahadatain, kewajiban ini menjadi satu tiang agama yg membersihkan diri dan ruh muslim. Pelaksanaan kegiatannya mengikuti sunah sebagaimana yg telah dicontohkan Rasulullah saw dan diteruskan melalui para sahabat, hingga hari ini. Terdiri atas, takbiratul ihram, membaca alfatihah, ruku dan itidal, sujud dan duduk di antara 2 sujud dan diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam..serta disempurnakan dengan shalat sunat rawatib.
Batasan terendah dalam menegakkan shalat adalah melaksanakan kewajibannya. “Seorang dari nejd datang kepada Rasulullah saw., dengan rambut terurai, kami mendengar berisik suaranya tetapi kami tidak memahaminya, sehingga ia mendekat kepada rasulullah. Dan ternyata ia bertanya tentang islam. Maka Rasulullah menjawab, ‘shalat lima kali sehari semalam’ ia bertanya, ‘Apakah ada kewajiban bagiku selain itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Tidak, kecuali jika kamu mengerjakan (shalat) sunah.’ Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Dan puasa Ramadhan.’ Orang itu bertanya, ‘apakah ada lagi puasa yg wajib bagiku selain itu?’ Rasulullah mejawab, ‘Tidak, kecuali jika kamu puasa sunah’. Kemudian Rasulullah saw menerangkan kewajiban zakat. Maka ia bertanya, ‘Apakah ada kewajiban selain itu?’ Rasulullah menjawab, ‘ Tidak, kecuali jika kamu bersedekah sunah.’ Kemudian pergilah orang itu sambil berkata, ‘Demi Allah saya tidak akan melebihi atau mengurangi dari itu.’Maka Rasulullah saw. Bersabda,’sungguh bahagia ia, jika jujur (dalam ucapannya itu) (h.r. Bukhari-Muslim). Shalat menjadi salah satu jalan kebahagiaan bagi muslimin dan muslimat dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Tidak ada alasan karena kondisi sulit yg kita hadapi lantas kita meninggalkan shalat, karena telah diberikan rukhsah (keringanan) dalam pelaksanaan shalatnya. Untuk musafir ada keringanan mengqashar, bagi yg sakit boleh semampunya, duduk, berdiri, berbaring dll, bagi yg tidak mendapati air atau terkena air dibolehkan tayamum. Lantas mengapa hamba masih melanggar perintah Allah SWT, yang Maha Melihat dan Maha mengetahui...padahal untuk melanggar suatu aturan (kriminal) yg nota bene buatan manusia, hamba seringkali berpikir dua kali karena takut akibatna...sedangkan untuk meninggalkan disiplin lahir dan batin terhadap pencipta hamba yang jelas balasannya msh sering kulakukan.
Apakah yg memasukkanmu ke dalam neraka (saqar)?. Mereka menjawab ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,......’ (Al-Mudatsir: 42-43)
Bismillah....hamba berniat memperbaiki diri...dan tak kan meninggalkan shalat!
Tetap update tulisan dari ciung_a di manapun dengan http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!

Jum'at, 03 Juli 2009 12:24 WIB